Jumat, 06 Juli 2012

3 Times 3 Year #TTHS 39




Selesai sudah masa belajar, selesai sudah yang namanya PR, Ulangan, Tugas, dan hal lainnya.
Sekarang kami semua sudah 100% LULUS dari sekolah tercinta kami SMK Santa Theresia.
Senang rasanya. Ya, Senang
Mungkin itu adalah hal pertama yang kami rasakan saat kami tau masa-masa sulit kami menghadapi Ujian Nasional telah berakhir. 
Mungkin itu adalah hal yang pertama kami rasakan saat kami tau kami hanya tinggal menunggu waktu pengumuman kelulusan dan menikmati masa liburan kami.
Mungkin itu adalah hal pertama yang kami rasakan saat kami tau tak ada lagi Omelan Guru, tak ada lagi Tugas menumpuk, tak ada lagi PAT, tak ada lagi hitung menghitung dan lain sebagainya.
Mungkin itu adalah hal pertama yang kami rasakan saat kami tau bahwa kami semua lulus dengan peringkat 1 SMK Pariwisata.


ya RASA SENANG!!


Namun, di balik semua tawa, canda, kesenangan dan kebahagiaan kami melewati tahun demi tahun, kelas demi kelas, city tour demi city tour, widyawisata demi widyawisata dan setiap hal menakjubkan yang terjadi selama 3 tahun ini. 
Ada satu rasa yang mungkin bingung untuk di ungkapkan, susah untuk di katakan dan sedih untuk di kenang.
kata itu adalah KANGEN!!


Mungkin kita berfikir masa SMK kita hanya seperti itu saja, hanya sekedar SMK , 3 tahun dan whuuuushhh...... HILANG begitu saja.


ternyata tidak. 


Sampai saat ini, mungkin masih ada di dalam diri kita, rasa rindu, rasa kangen, rasa senang, rasa sedih, semua rasa yang sudah 3 tahun kita lalui bersama.
Masa dimana kita masih polos saat masuk pertama kali ke SMK, duduk di meja paling depan. Berteman dengan siapa saja. 
Masa dimana kita mulai menunjukkan siapa diri kita sebenarnya. Masa kita bertengkar, mulai melawan guru, masa kita saling mengejek teman kita, masa mulai kita memilih teman, masa kita mulai saling melawan, masa kita cuek dengan semuanya , pelajaran, sekolah, tata tertib dan guru.
Sampai tiba di masa, dimana kita semua kembali bersatu. Kembali memaafkan, kembali mengikuti semua peraturan, menurut kepada guru, berteman dengan siapa saja.
Masa itulah....
masa itulah yang membuat masa SMK kita berarti. 


Menyenangkan, Seru, Kocak, Konyol, Keren, Gokil, Bahagia, Sedih, Kesal, Bete, Males, Minder, Cuek, Peduli, Cinta, Benci...


Tapi dari situlah TTHS #39 terbentuk.
Banyak tipe, banyak pemikiran, banyak perasaan, banyak perbedaan, banyak ketidakcocokan. 


Dari situ TTHS #39 belajar untuk bersatu, saling menyayangi, saling mengerti, saling menjaga.


We are Theresian!!


I'm Proud to be a Theresian, I'm Proud to be #39, I'm Proud to be X,XI,XII Par 1,2,3 !


Succes for all of #39. Live the Life You Have Imagined!!









See It and You Can Feel what Theresian #39 Feel.


http://www.youtube.com/watch?v=-52_bu5P2ZM&feature=youtu.be


http://www.youtube.com/watch?v=-52_bu5P2ZM&feature=youtu.be




Add My Facebook : https://www.facebook.com/profile.php?id=1714789688 Twitter : @nonaclaudi YM : Claudia.audiana MSN : Claudia.audiana@hotmail.com Skype : claudiaaudiana My Blog : http://claudiaaudiana.blogspot.com/

Minggu, 03 Juni 2012

Life is Like a Box of Chocolate

Cerita ini di mulai ketika gue mulai menghabiskan waktu luang gue untuk membaca buku.
Tepatnya sebuah novel. Gue lupa apa judul novelnya, tapi novel itulah yang mengingatkan gue pada seseorang.
Seseorang yang cukup berarti dalam hidup gue meskipun sekarang gue belum bisa mengatakannya.


Saat gue membaca buku itu, tiba-tiba sosok orang tersebut muncul di pikiran gue yang membuat gue merasa sangat bersalah dan bodoh.


Gue gak tau sebenernya apa yang gue rasakan. Hanya saja gue gak bisa untuk selalu diam dengannya.
Sampai suatu hari setelah selesai membaca novel tersebut, gue membeli sebuah coklat dan menulis sebuah surat yang isinya :


.............................................................


Ada suatu saat kita tidak dapat memilih yang terbaik.
Ada suatu saat di mana kita berbuat kesalahan, dan hidup dalam kenangan penuh penyesalan.
Tapi saat ini, aku hanay ingin mengikuti kata hati- ke manapun dia membawaku.
Dan kali ini ia membawaku menuju cinta.


...................................


Apapun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap berada di sana, menunggumu mengakui kebenarannya.


...........................................................


Begitulah kira-kira isi surat yang gue tulis buat dia.
Meski dia gak membalas apa-apa, tapi gue yakin dia membaca dan memahaminya.
* I think :)


Sampai saat ini pun gue belum mengatakan, menyatakan atau menjawab apapun.
Hanya diam dan menunggu.
Menunggu waktu yang tepat untuk memulai semuanya.
Meskipun, bagi gue menunggu adalah hal yang paling menyebalkan.
Tapi untuk hal ini, gue wajib bersabar dan menunggu.


Dan gue melewati semua ini dengan keyakinan pada sebuah Firman Tuhan dalam Pengkhotbah 3 yang berbunyi :
" Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktunya untuk lahir, ada waktunya untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; ada waktu untuk menunggu, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak; ada waktu untuk membangun; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; ada waktu untuk membuang waktu; ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk; ada waktu untuk menahan diri dari memeluk; ada waktu untuk mencari; ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang; ada waktu untuk merobek; ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri ; ada waktu untuk berbicara; ada waktu untuk perang ; ada waktu untuk damai.


Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan pada hati mereka .


.............. "


Selamanya gue percaya pada Firman itu, Dialah yang membuat gue jadi bersabar untuk menunggu .


#BS


Add My Facebook : https://www.facebook.com/profile.php?id=1714789688 Twitter : @nonaclaudi YM : Claudia.audiana MSN : Claudia.audiana@hotmail.com Skype : claudiaaudiana My Blog : http://claudiaaudiana.blogspot.com/

Jumat, 06 Januari 2012

Little Journey of DORMS at GBI Rehobot



We are DORMS(Dancer Of Remaja Mawar Saron)
S.W.A.T (Serve With A Testimony) is our motto
We dance as Flying Steps
S.W.A.T !! BOOM




bukan DORMS namanya kalo gak heboh dan narcist. apalagi ada kesempatan buat foto bareng Gamal and Audrey. that' nice. be happy yaa girls ;D



ini dia .. foto bareng V-Gen. gak afdol banget kayaknya kalo belum kenalan dan foto bersama di akhir acara. hahaha ada-ada aja.                                                    ---------------------------- >






gak ada abisnya buat narcist yaa. sampe ketua remaja kita ditarik juga buat foto bareng. weh weh weh. good job ;)






this is the last. gak afdol kalo gak foto bareng. tapi lebih gak afdol lagi kalo gak foto sama pelatih kita tercinta. wkwkwkwk          ------------------------- >




                        this is not the end, but only a little journey of DORMS Performances. 
                                                                good job DORMS ..




Add Our Facebook : Dancer Of Remaja Mawar Saron
Follow my twitter @dorms_
and JOIN with us : SWAT 'Serve With A Testimony' 
contact us : Claudia Audiana 08998207985 or 
Gabung Bersama kami di TEENS of Remaja Mawar Saron (TOMS) MAWAR 
SARON Jl. Kelapa Hibrida Barat Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara 14250. 
Setiap hari Minggu jm 06.00 dan jm 09.00 ..


TEENS on sunday 6am for first service and 9am for second service at IPG lt.5 floor.


GBI MAWAR SARON, JL.Kelapa Gading Hybrida 3


Add My Facebook : https://www.facebook.com/profile.php?id=1714789688 Twitter : @nonaclaudi YM : Claudia.audiana MSN : Claudia.audiana@hotmail.com Skype : claudiaaudiana My Blog : http://claudiaaudiana.blogspot.com/

Selasa, 27 Desember 2011

B I N T A N G






Itulah mengapa aku memilih untuk menggambar bintang dengan tangan yang seakan akan ingin menangkapnya..


Aku senang melihat bintang.
Bersinar, berada jauh di angkasa dan semua orang suka melihat bintang, hanya mungkin beberapa yang tidak suka melihatnya..
Bintang itu indah, namun terlalu jauh untuk digapai.
Itulah yang selalu ada di diriku, aku tau ada bintang yang indah dan bersinar di atas sana, namun aku takut untuk meraihnya.

Aku selalu berfikir bahwa aku hanyalah bintang kecil yang akan terhilang karena bintang-bintang lain yang lebih besar dariku.
Aku mau, aku takut, aku merasa seakan-akan apa yang aku lakukan itu biasa saja dan aneh. Aku tidak pernah bisa menonjol diantara bintang yang lain.


APA YANG BISA AKU BANGGAKAN?


Aku merasa kecil dan terpojok saat kulihat bintang-bintang yang lain saling bersinar dan dengan bangga menunjukkan keindahannya. Seakan mereka berkata," Hai, aku bintang yang paling terang, aku bisa menerangi seluruh kota dengan sinar tubuhku."

Mendengarnya seakan hatiku mengecil, tubuhku menyusut dan huuussh....menghilang!
Aku ingin sekali menangis dan berteriak. Hati ini rasanya memberontak. Aku yakin aku mempunyai sesuatu yang bisa aku banggakan.

Sampai suatu saat aku menghilang. Aku tak menampakkan diriku ditengah gelapnya malam bahkan diantara mereka, para bintang yang bersinar.
Aku hanya bisa berdiam, berharap ada suatu keajaiban datang dan mengubah hidupku menjadi lebih terang.
Sampai tibalah keajaiban itu datang, menjawab doaku melalui sebuah mimpi.
Dalam mimpi kulihat diriku melakukan hal yang tidak pernah kuduga sebelumnya.

Aku ada bukan untuk mereka yang telah bersinar. Aku ada untuk mereka yang belum bersinar.



Seseorang dengan cahayanya yang paling terang, paling menyilaukan dari sekian cahaya yang pernah kulihat, berkata kepadaku :


" Kamu ada bukan untuk bersinar diantara para bintang yang telah bersinar. Apabila kamu demikian maka sinarmu adalah sia-sia. Maka kamu ada untuk para bintang yang belum bersinar. Jika kamu demikian maka sinarmu akan bermanfaat. Biarlah merka yang belum bersinar, bisa bersinar karena cahayamu. Biarlah mereka yang belum terlihat, bisa terlihat karena cahayamu. Cahayamu adalah hidupmu. Cahayamu berguna jika berada di tempat yang belum terdapat cahaya. Renungkanlah dan resapilah. Pakailah ini sebagai pedoman hidupmu. Bintang kecil dengan cahayanya yang besar."


CL

Add My Facebook : https://www.facebook.com/profile.php?id=1714789688 Twitter : @nonaclaudi YM : Claudia.audiana MSN : Claudia.audiana@hotmail.com Skype : claudiaaudiana My Blog : http://claudiaaudiana.blogspot.com/

Selasa, 25 Oktober 2011

Lihatlah mereka, sayangi mereka dan bantulah mereka.

Senin, 24 Oktober 2011.

Seperti biasa hari ini saya pulang di jemput oleh papa saya. Saya menunggu beliau di ruas jalan Suryapranoto tepatnya di sebelah kiri kantor UOB .
Saat saya menunggu, 2 orang ibu dengan anaknya yang berumur masing - masing kurang lebih 2 tahun duduk di trotoar jalan tidak jauh dari tempat saya menunggu. 
Sambil menunggu, saya mengamati seorang ibu yang duduk sambil menggendong anaknya. Anak tersebut terus menangis dan seolah berusaha untuk pergi dari gendongan ibunya. 
Saat tidak terus memandangi mereka, karena saya takut kalau - kalau ibu itu tersinggung dengan tatapan saya. 
Sambil pura - pura membuang pandangan ke arah lampu merah harmoni saya memperhatikan perilaku ibu itu terhadap anaknya. 
Sedih hati saya melihat seorang ibu melakukan anaknya seperti layaknya binatang.
Anak itu menangis dalam gendongan ibunya, namun apa yang ibu itu lakukan terhadap anaknya? bukan menyayangi atau mencoba menghentikan tangisan anak itu dengan kasih sayang justru si ibu malah menggigit lengan kiri anaknya, memukul kepalanya dan menampar pipinya. 
Dalam hati saya berkata, ini ibu kandungnya apa bukan sih? jahat banget. Pantes banyak kejahatan di Jakarta orang anak - anak dari kecil udah di perlakukan layaknya binatang, jadi mereka terdidik dari kecil seperti binatang. Tidak ada rasa kasih sayang dan cinta kasih.
Setelah memukuli anaknya, ibu itu pergi ke jalanan untuk kembali mencari uang. 


Tak lama setelah itu saya melihat anak kecil sedang bermain seorang diri di balik pot bunga di trotoar jalan. Saya memanggilnya dan tanpa ragu - ragu dia menghampiri saya. 
Semakin saya berfikir. Bagaimana tidak banyak anak kecil di culik lalu di jual, orang mereka saja tidak takut dengan orang asing seperti saya yang sama sekali tidak mereka kenal.
Terlepas dari itu saya menghampirinya..
Kemudia saya bertanya,"Hai adik kecil.. Siapa namanya?"
Dia menjawab," Duwoh." 
"Siapa ?"
"Duwoh.." kata anak itu sambil tersenyum.
"oh, duwoh udah makan?" tanya saya sambil jongkok di depan anak itu.
Anak itu tidak berkata apa - apa, dia hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.
"Kamu belum makan? mau coklat gak? kaka bawa coklat nih.." kataku sambil mengeluarkan coklat dari dalam tas.
Kemudian anak itu kembali berkata. "Ngak mau.."
"Lho kok ngak mau? enak lho" kataku sempat kaget karena anak kecil bisa menolak sebuah coklat. Adik saya saja tidak pernah menolak jika saya berikan coklat.
lalu anak itu kembali mengeluarkan kata - kata yang membuat saya cukup kaget.
"Duit .. duit ..."
hah? dalam hati saya berkata. Anak sekecil ini sudah diajarin oleh orang tuanya untuk matre.
Dia menolak makanan yang saya berikan dan lebih meminta saya untuk memberikan dia DUIT.
Saya memasukkan kembali coklat yang saya ingin berikan kepadanya dan mencari uang receh untuk saya berikan kepadanya. Karena papa saya sudah menjemput, jadi segera saya berikan uang receh sedapatnya dan saya melaju meninggalkan anak itu. 



Dia tidak berkata apa - apa. 
Dia hanya tersenyum sambil menggengam uang receh yang saya berikan kepadanya.
Sepanjang perjalanan saya terus memikirkan anak itu.
Saya sedih melihat hidupnya yang digunakan sebagai objek untuk mencari uang. 
Kemana orang tua mereka. Anak sekecil itu sudah di biasakan untuk hidup di jalanan, tanpa alas kaki dan celana.
Mencari uang , uang dan uang.
Itulah gambar diri bangsa kita.
Banyak anak - anak, generasi bangsa yang hidupnya terhimpit ekonomi, tersiksa dan harus berpanas - panas dan berhujan - hujanan untuk mencari uang.
Sedih melihat hal itu. 
Ingin aku membantu mereka. 
Jika aku sudah bekerja nanti, aku ingin membuat rumah singgah untuk mereka sehingga mereka tidak perlu tinggal dan hidup di jalanan..
Mengajarkan mereka pengetahuan, agar ada sesuatu yang selalu bisa mereka banggakan dan mereka gunakan untuk mencari penghasilan yakni ILMU PENGETAHUAN.
Mengajarkan mereka KASIH SAYANG dan CINTA KASIH.
Agar kelak, generasi mereka tidak perlu terluka lagi karena himpitan dan masalah ekonomi.




" Lihatlah mereka, sayangi mereka dan bantulah mereka. "
Sedikit bantuan Anda sangat bermanfaat bagi mereka. 
Bantulah mereka mendapat penghidupan yang layak, pengetahuan yang seharusnya mereka dapatkan dan cinta yang mungkin tidak pernah mereka rasakan sejak kecil.


Add My Facebook : https://www.facebook.com/profile.php?id=1714789688 Twitter : @nonaclaudi YM : Claudia.audiana MSN : Claudia.audiana@hotmail.com Skype : claudiaaudiana My Blog : http://claudiaaudiana.blogspot.com/