Kemarin saat gue baca renungan sebelum tidur, gue dapet satu pesan dari renungan yang gue baca yakni: BELAJAR IKHLAS.
Cliché (baca:klise) sih kedengerannya. Secara IKHLAS itu kan luas, ikhlas apa dulu nih?
Kalo lo beli kopi (baca: starbucks) baru keluar pintu trus tiba-tiba ada yang nabrak, kopi lo tumpah ke baju kemudian orang yang nabrak lo minta maaf, lo maaf-in dan setelah itu lo ikhlasin aja baju lo kotor toh dia udah minta maaf. Itu Ikhlas kan? ** Ya, bisa di bilang ikhlas kalo abis itu lo ketemu temen lo, trus temen lo tanya 'Kenapa lo? baju baru rasa kopi?' kemudian lo bisa bales dengan ngomong 'Oh, ini tadi ketabrak orang di depan pintu, yaudahlah gak papa, orangnya udah minta maaf juga.'
Nah! itu baru bener-bener ikhlas.
Tapi kalo lo bales dengan ngomong 'Sialan lo! Baju gue kotor nih. Tadi ada orang di depan pintu nabrak gue, jalan gak pake mata sih tuh orang! Gak liat apa gue pegang kopi. Udah gitu cuman minta maaf-maaf doang lagi. Bete!'
Nah,lho! Kalo hal itu terjadi sama lo, lo bakal bereaksi seperti apa ?
Kalo gue sendiri jujur sih gak tau ya.haha. Tergantung sih. (Tergantung adalah jawaban paling gampang ke-2 setelah gak tau. Betul?)
Tergantung apa?
Tergantung orangnya siapa? kayak apa? cewek apa cowok? Tua apa muda?
Minta maaf nya baik-baik apa nyolot? (*nyolot di sini maksudnya kaya orang kaya kalo minta maaf ke orang miskin kaya di FTV-FTV gitu tuh haha)
Mungkin kalo yang nabrak orang tua memang gak sengaja kaya dia kesandung or apalah gitu ya, bisalah gue maafin. Cuman kalo yang nabrak anak muda, terserah cewek apa cowok, mau ganteng kaya apa juga pasti gue omelin lah. Secara...anak muda itu bisa nabrak orang pasti cuman karena 2 alesan:
1. Lagi asik sendiri sama HP or gadget nya, or
2. Emang jalan gak pake mata!
Eh, kok gue malah jadi emosi sih, haha. Back to the topic, jadi BELAJAR IKHLAS.
Sama hal nya kaya lo punya anak, terus temennya anak lo main ke rumah lo. Namanya temen anak lagi main di rumah masa anak lo makan, temennya gak makan, ngeliatin doang. Gak mungkin kan?
Pasti lo kasih makan, kasih minum. Nah, pas udah sore orang tua tuh anak dateng jemput terus langsung ambil anaknya aja. Gak nyapa lo, gak bilang apa-apa terus pulang.
Perasaan lo gimana? Kesel, bete, marah? Gak sopan, dateng gak di jemput pulang gak bilang-bilang. Setidaknya bilang TERIMA KASIH kek. Ya, dong?
Nah, itu tandanya kita masih belum ikhlas.
Anggap aja anaknya itu anak kita. Toh gak sering-sering juga kan kita kasih makan dan minum ke dia. Anggap aja kaya anak kita sendiri. Belajar ikhlas, melakukan sesuatu karena memang lo ingin melakukannya bukan karena PAMRIH. Kalo karena pamrih pasti saat lo tidak mendapatkan balasan (contohnya ucapan terima kasih) lo akan sakit hati, sedih, atau mungkin kepahitan.
Tapi kalo IKHLAS kan kita nya gak sakit hati, hati gak gondok, syukur-syukur dapet pahala.
Yuk, belajar IKHLAS. Gue juga lagi belajar kok hehe..
Terima Kasih dan salam kenal,
Claudia Audiana
Anak jakarta yang pengen banget punya bisnis sendiri *kalau ada masukkan atau kerjasama monggo contact saya :) *
Jumat, 29 Januari 2016
Selasa, 05 Januari 2016
Pantai Sadranan - Sadranan Beach , Yogyakarta.
Sadranan Beach atau Pantai Sadranan adalah salah satu pantai di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta.
Saat pertama kali saya dan teman-teman ke sini sekitar 1 tahun yang lalu, pantai ini masih putih, bersih dan belum ramai seperti sekarang.
Sekarang pun masih tetap bersih rapih dan nyaman.
Beda nya sekarang sudah mulai di kenal oleh masyarakat luas dan turis baik lokal maupun mancanegara.
Sebagain besar objek wisata di tempat ini seperti snorkeling, surfing, sepeda gunung, keliling dengan jeep semua dikelola oleh seorang Bapak yang sangat ramah, baik dan sangat sederhana.
Beliau bernama Pak Budi.
Dia adalah orang pertama yang kami temui di pantai itu.
Sedikit bercerita, saat kami bertemu beliau di pantai, beliau sedang duduk-duduk di depan rumah pondoknya.
Karena melihat ada perlengkapan snorkeling, saya pun bertanya apakah saya dan teman-teman bisa snorkling di sini?
Ternyata bisa. Meskipun peralatan belum selengkap sekarang.
Tentu saja saya tanya berapa biaya nya dan beliau mengatakan 50ribu/orang sudah termasuk pakaian snorkling, sepatu dan kacamatanya.
Karena saya dan teman-teman masih pelajar maka kita tawar 25ribu/orang dan setelah bernegosiasi ternyata beliau setuju. (Beruntungnya hehehe.. )
Akhirnya saya panggil saudara dan teman2 saya, kami semua ber 7( saya, kakak saya, dua adik saya, 2 teman saya dan satu lagi anak jogja yang dengan setiap menemani kami selama kami di jalan-jalan. Memang dia adalah supir dari tempat kami menyewa mobil tapi dia masih kuliah, umurnya pun tidak berbeda dengan kami oleh karena itu kami menjadikannya teman.)
Sebelum mulai snorkeling, beliau dengan ramahnya menjelaskan kepada kami apa-apa saja yang bisa kami lakukan di Pantai Sadranan.
Tak terasa kami sudah ngobrol cukup lama dan sangat asyik berbincang-bincang dengan beliau.
Kamipun mengenakan perlengkapan snorkeling. Beliau mengajak kami pemanasan terlebih dahulu supaya tidak kram saat masuk kedalam air dan supaya tidak begitu deg-deg an katanya karena kami baru pertama kali snorkeling dan biasanya orang yang pertama kali snorkling akan deg-deg an.
Beliau dibantu oleh asistennya yang memang sudah lama bekerjasama dengan beliau. Mereka menjelaskan kepada kami apa itu snorkling dan bagaimana agar kami tidak terpisah, bisa melihat ikan-ikan tanpa menakuti mereka dan tidak terantuk batu karang.
Sampai di laut kami di pandu oleh teman dari Pak Budi dan ternyata Pak Budi juga ikut snorkeling bersama kami dan beliau membawa kamera yang bisa digunakan di dalam air. Wah senang sekali rasanya karena kami tidak punya kamera seperti itu dan Pak Budi mengatakan bahwa dia akan membantu mem-foto kami dan fotonya nanti akan di berikan kepada kami gratis sebagai kenang-kenangan.
Just info: Sebenarnya kami tidak berencana untuk ke pantai Sadranan. Awalnya kami ingin ke Pantai yang lain tapi karena nyasar kami berhenti dulu untuk beristirahat. Kami juga baru tau nama Pantai itu saat Pak Budi memberitahukannya kepada kami karena jarang sekali informasi di Internet / bahkan tidak ada informasi di internet tentang pantai Sadranan saat itu. Dan beruntungnya kami nyasar dan bertemu Pak Budi. Memang sudah jodohnya hehe.
okay, lanjut! Setelah puas ber-snorkeling Pak Budi mengajak kami agak ketengah untuk memberikan roti kepada ikan-ikan kecil. Saat roti di tebar, semua ikan-ikan datang menghampiri kami. Wah, bagus sekali dan senang sekali kami rasanya melihat bermacam-macam ikan yang berwarna-warni.
Setelah puas snorkling, kami kembali ke pantai untuk melepas perlengkapan dan berganti pakaian.
Saat sedang berganti pakaian, kami kembali berbincang-bincang dengan Pak Budi dan ternyata kami baru tau kalau biasanya snorkling 50ribu/orang/2 jam. Tapi kami dapat sampai sepuasnya, plus dapat foto-foto gratis, dan sekarang Pak Budi menawarkan kami untuk stay di pondoknya. Wah, bagaimana tidak senang. Awalnya kami hari itu akan berlanjut ke Gunung Api Purba tapi karena hati sudah jatuh cinta sama Pantai Sadranan alhasil kami batalkan penginapan kami di Gunung Api Purba.
Kami stay 1 malam di sana. Memang pondok Pak Budi tidak sebagus penginapan hanya pondok dari bambu berlantaikan semen. Hanya ruang kosong ukuran 4x6 meter dan 1 kamar mandi di belakang plus tempat penyimpaan sepeda-sepeda gunung milik Pak Budi. Kami tidur beralaskan tikar yang di bawakan Pak Budi dari rumahnya. Tapi entah mengapa kami begitu senang bisa bertemu dengan Pak Budi dan menghabiskan lebih banyak waktu di Pantai Sadranan.
Belum selesai cerita saya. Setelah snorkling, karena Pak Budi sangat senang dengan kami semua, beliau menawarkan adik saya untuk belajar surfing GRATIS. WOW! Pak Budi sendiri yang ngajarin lho. Setelah itu karena kami lapar Pak Budi menawarkan kami apakah mau di buatkan Ikan Bakar, tumis kangkung dan teh manis plus nasi untuk makan malam. Kalian bayar sukarela. Wah! Dapat rejeki lagi.
Ternyata Pak Budi cukup terkenal di daerah tersebut. Hampir semua warga daerah situ mengenal beliau karena dulunya beliau adalah salah satu pengelola Gua Pindul dan juga ketua keamanan daerah tersebut. Maka tak heran saat Pak Budi mengajak kami berjalan-jalan keliling gunung dengan Jeep nya semua orang yang kami temui pasti menyapanya.
Sama saat keesokan harinya kami berkunjung ke Gua Pindul. Beliau mengantar kami ke Gua Pindul dengan Jeep nya dan teman jogja kami mengikuti dari belakang. Tentu saja kami semua naik Jeep karena kapan lagi jalan-jalan, melihat pemandangan indah nan asri langsung tanpa terhalang kaca mobil.
Sampai di Gua Pindul pun kami dilayani dengan sangat baik. Kami tidak perlu membayar biaya guide karena Pak Budi sendiri yang memandu kami. Wah, rejeki anak soleha! hehe..
Kami menyusuri Gua Pindul, kemudian rafting dan tak lupa juga foto-foto. Lagi2 Pak Budi dan temannya membantu untuk memfoto kami.
Kemudian Pak Budi mengajak kami berkeliling area gunung dengan Jeep nya. Kalau kalian pernah ke Pindul pasti tau di Gua Pindul ada paket menyusuri gunung dengan Jeep dan harganya lumanyan juga hehe.. tapi lagi-lagi kami dapat GRATIS!
Setelah dari Gua Pindul, Pak Budi mengajak kami makan ke restoran pecel ayam yang kebetulan terkenal di sana. Dan kebetulan pemilik restoran itu masih saudara dengan Pak Budi. Karena capek dan lapar setelah adventure di Gua Pindul, kami pesen apapun yang kami suka. Awalnya memang Pak Budi bilang tidak usah bayar tapi karena kami tidak enak alhasil kami bayar duluan tanpa sepengetahuan Pak Budi hehehe.. Maaf ya Pak karena Bapak sudah terlalu baik, kami tidak enak jadinya.
Setelah makan kami kembali ke pantai Sandranan. Sesampainya di Pantai Sadranan kami di ajak ke puncak bukit, saya lupa namanya, untuk melihat sunset dan keindahan Pantai Sadranan dari atas.
Keren sekali dan di atas bukit tersebut memang biasanya dijadikan tempat kemping oleh para turis.
Malam nya sebelum kami berlanjut ke Malioboro, karena Pak Budi harus bekerja di Wonosari jadi kami memutuskan untuk mampir dulu ke Wonosari sebelum kami melanjutkan perjalanan kami.
Di wonosari lagi-lagi kami di ajak Pak Budi berkeliling dan mencicipi jajanan pinggir jalan yang katanya terkenal di sana.
Karena kebaikan, keramahan dan keakraban Pak Budi saya dan adik saya akhirnya membuat rekaman video tentang pantai Sadranan dan sempat kami kiriman ke Net TV.
Video nya bisa kalian lihat di sini:
Sampai saat ini pun kami tetap berhubungan baik dengan Pak Budi.Tidak hanya beliau tapi juga dengan keluarga beliau. Kami masih keep in touch via FB, BBM dan SMS. Bahkan tahun baru kemarin, kedua teman saya kembali ke Pantai Sadranan dan berkunjung ke kediaman Pak Budi.
Itulah cerita kami. Perjalanan tidak hanya soal foto-foto, pemandangan yang indah, makanan yang enak tetapi juga soal interaksi dengan penduduk lokal. Kamu tidak akan pernah tau apa yang akan kamu dapatkan saat kamu bisa berbaur dan berinteraksi dengan penduduk lokal.
Yuk, kalo kamu yang punya pengalaman serupa atau pernah ke tempat-tempat lain share yuk sama aku.
Bisa email ke atau comment di bawah ya. Thank you.
Ayo, rapikan perlengkapan kamu, bawa tas mu dan berangkat...
Terima Kasih dan salam kenal, Claudia Audiana Anak jakarta yang pengen banget punya bisnis sendiri *kalau ada masukkan atau kerjasama monggo contact saya :) *
Saat pertama kali saya dan teman-teman ke sini sekitar 1 tahun yang lalu, pantai ini masih putih, bersih dan belum ramai seperti sekarang.
Sekarang pun masih tetap bersih rapih dan nyaman.
Beda nya sekarang sudah mulai di kenal oleh masyarakat luas dan turis baik lokal maupun mancanegara.
Sebagain besar objek wisata di tempat ini seperti snorkeling, surfing, sepeda gunung, keliling dengan jeep semua dikelola oleh seorang Bapak yang sangat ramah, baik dan sangat sederhana.
Beliau bernama Pak Budi.
Dia adalah orang pertama yang kami temui di pantai itu.
Sedikit bercerita, saat kami bertemu beliau di pantai, beliau sedang duduk-duduk di depan rumah pondoknya.
Karena melihat ada perlengkapan snorkeling, saya pun bertanya apakah saya dan teman-teman bisa snorkling di sini?
Ternyata bisa. Meskipun peralatan belum selengkap sekarang.
Tentu saja saya tanya berapa biaya nya dan beliau mengatakan 50ribu/orang sudah termasuk pakaian snorkling, sepatu dan kacamatanya.
Karena saya dan teman-teman masih pelajar maka kita tawar 25ribu/orang dan setelah bernegosiasi ternyata beliau setuju. (Beruntungnya hehehe.. )
Akhirnya saya panggil saudara dan teman2 saya, kami semua ber 7( saya, kakak saya, dua adik saya, 2 teman saya dan satu lagi anak jogja yang dengan setiap menemani kami selama kami di jalan-jalan. Memang dia adalah supir dari tempat kami menyewa mobil tapi dia masih kuliah, umurnya pun tidak berbeda dengan kami oleh karena itu kami menjadikannya teman.)
Sebelum mulai snorkeling, beliau dengan ramahnya menjelaskan kepada kami apa-apa saja yang bisa kami lakukan di Pantai Sadranan.
Tak terasa kami sudah ngobrol cukup lama dan sangat asyik berbincang-bincang dengan beliau.
Kamipun mengenakan perlengkapan snorkeling. Beliau mengajak kami pemanasan terlebih dahulu supaya tidak kram saat masuk kedalam air dan supaya tidak begitu deg-deg an katanya karena kami baru pertama kali snorkeling dan biasanya orang yang pertama kali snorkling akan deg-deg an.
Beliau dibantu oleh asistennya yang memang sudah lama bekerjasama dengan beliau. Mereka menjelaskan kepada kami apa itu snorkling dan bagaimana agar kami tidak terpisah, bisa melihat ikan-ikan tanpa menakuti mereka dan tidak terantuk batu karang.
Sampai di laut kami di pandu oleh teman dari Pak Budi dan ternyata Pak Budi juga ikut snorkeling bersama kami dan beliau membawa kamera yang bisa digunakan di dalam air. Wah senang sekali rasanya karena kami tidak punya kamera seperti itu dan Pak Budi mengatakan bahwa dia akan membantu mem-foto kami dan fotonya nanti akan di berikan kepada kami gratis sebagai kenang-kenangan.
Just info: Sebenarnya kami tidak berencana untuk ke pantai Sadranan. Awalnya kami ingin ke Pantai yang lain tapi karena nyasar kami berhenti dulu untuk beristirahat. Kami juga baru tau nama Pantai itu saat Pak Budi memberitahukannya kepada kami karena jarang sekali informasi di Internet / bahkan tidak ada informasi di internet tentang pantai Sadranan saat itu. Dan beruntungnya kami nyasar dan bertemu Pak Budi. Memang sudah jodohnya hehe.
okay, lanjut! Setelah puas ber-snorkeling Pak Budi mengajak kami agak ketengah untuk memberikan roti kepada ikan-ikan kecil. Saat roti di tebar, semua ikan-ikan datang menghampiri kami. Wah, bagus sekali dan senang sekali kami rasanya melihat bermacam-macam ikan yang berwarna-warni.
Setelah puas snorkling, kami kembali ke pantai untuk melepas perlengkapan dan berganti pakaian.
Saat sedang berganti pakaian, kami kembali berbincang-bincang dengan Pak Budi dan ternyata kami baru tau kalau biasanya snorkling 50ribu/orang/2 jam. Tapi kami dapat sampai sepuasnya, plus dapat foto-foto gratis, dan sekarang Pak Budi menawarkan kami untuk stay di pondoknya. Wah, bagaimana tidak senang. Awalnya kami hari itu akan berlanjut ke Gunung Api Purba tapi karena hati sudah jatuh cinta sama Pantai Sadranan alhasil kami batalkan penginapan kami di Gunung Api Purba.
Kami stay 1 malam di sana. Memang pondok Pak Budi tidak sebagus penginapan hanya pondok dari bambu berlantaikan semen. Hanya ruang kosong ukuran 4x6 meter dan 1 kamar mandi di belakang plus tempat penyimpaan sepeda-sepeda gunung milik Pak Budi. Kami tidur beralaskan tikar yang di bawakan Pak Budi dari rumahnya. Tapi entah mengapa kami begitu senang bisa bertemu dengan Pak Budi dan menghabiskan lebih banyak waktu di Pantai Sadranan.
Belum selesai cerita saya. Setelah snorkling, karena Pak Budi sangat senang dengan kami semua, beliau menawarkan adik saya untuk belajar surfing GRATIS. WOW! Pak Budi sendiri yang ngajarin lho. Setelah itu karena kami lapar Pak Budi menawarkan kami apakah mau di buatkan Ikan Bakar, tumis kangkung dan teh manis plus nasi untuk makan malam. Kalian bayar sukarela. Wah! Dapat rejeki lagi.
Ternyata Pak Budi cukup terkenal di daerah tersebut. Hampir semua warga daerah situ mengenal beliau karena dulunya beliau adalah salah satu pengelola Gua Pindul dan juga ketua keamanan daerah tersebut. Maka tak heran saat Pak Budi mengajak kami berjalan-jalan keliling gunung dengan Jeep nya semua orang yang kami temui pasti menyapanya.
Sama saat keesokan harinya kami berkunjung ke Gua Pindul. Beliau mengantar kami ke Gua Pindul dengan Jeep nya dan teman jogja kami mengikuti dari belakang. Tentu saja kami semua naik Jeep karena kapan lagi jalan-jalan, melihat pemandangan indah nan asri langsung tanpa terhalang kaca mobil.
Sampai di Gua Pindul pun kami dilayani dengan sangat baik. Kami tidak perlu membayar biaya guide karena Pak Budi sendiri yang memandu kami. Wah, rejeki anak soleha! hehe..
Kami menyusuri Gua Pindul, kemudian rafting dan tak lupa juga foto-foto. Lagi2 Pak Budi dan temannya membantu untuk memfoto kami.
Kemudian Pak Budi mengajak kami berkeliling area gunung dengan Jeep nya. Kalau kalian pernah ke Pindul pasti tau di Gua Pindul ada paket menyusuri gunung dengan Jeep dan harganya lumanyan juga hehe.. tapi lagi-lagi kami dapat GRATIS!
Setelah dari Gua Pindul, Pak Budi mengajak kami makan ke restoran pecel ayam yang kebetulan terkenal di sana. Dan kebetulan pemilik restoran itu masih saudara dengan Pak Budi. Karena capek dan lapar setelah adventure di Gua Pindul, kami pesen apapun yang kami suka. Awalnya memang Pak Budi bilang tidak usah bayar tapi karena kami tidak enak alhasil kami bayar duluan tanpa sepengetahuan Pak Budi hehehe.. Maaf ya Pak karena Bapak sudah terlalu baik, kami tidak enak jadinya.
Setelah makan kami kembali ke pantai Sandranan. Sesampainya di Pantai Sadranan kami di ajak ke puncak bukit, saya lupa namanya, untuk melihat sunset dan keindahan Pantai Sadranan dari atas.
Keren sekali dan di atas bukit tersebut memang biasanya dijadikan tempat kemping oleh para turis.
Malam nya sebelum kami berlanjut ke Malioboro, karena Pak Budi harus bekerja di Wonosari jadi kami memutuskan untuk mampir dulu ke Wonosari sebelum kami melanjutkan perjalanan kami.
Di wonosari lagi-lagi kami di ajak Pak Budi berkeliling dan mencicipi jajanan pinggir jalan yang katanya terkenal di sana.
Karena kebaikan, keramahan dan keakraban Pak Budi saya dan adik saya akhirnya membuat rekaman video tentang pantai Sadranan dan sempat kami kiriman ke Net TV.
Video nya bisa kalian lihat di sini:
Sampai saat ini pun kami tetap berhubungan baik dengan Pak Budi.Tidak hanya beliau tapi juga dengan keluarga beliau. Kami masih keep in touch via FB, BBM dan SMS. Bahkan tahun baru kemarin, kedua teman saya kembali ke Pantai Sadranan dan berkunjung ke kediaman Pak Budi.
Itulah cerita kami. Perjalanan tidak hanya soal foto-foto, pemandangan yang indah, makanan yang enak tetapi juga soal interaksi dengan penduduk lokal. Kamu tidak akan pernah tau apa yang akan kamu dapatkan saat kamu bisa berbaur dan berinteraksi dengan penduduk lokal.
Yuk, kalo kamu yang punya pengalaman serupa atau pernah ke tempat-tempat lain share yuk sama aku.
Bisa email ke atau comment di bawah ya. Thank you.
Ayo, rapikan perlengkapan kamu, bawa tas mu dan berangkat...
Terima Kasih dan salam kenal, Claudia Audiana Anak jakarta yang pengen banget punya bisnis sendiri *kalau ada masukkan atau kerjasama monggo contact saya :) *
Sabtu, 02 Januari 2016
Happy New Year 2016!
Thank you 2015! and WELCOME 2016!
New Year is not about new clothes, new gadget, new girlfriend/boyfriend, new house or anything. It is more about new hope, new resolution, new life and new plan for a bright future.
I just quote from what bible said:
"For I know the plans I have for you, plans to prosper you and not to harm you, plans to give you hope and a future." Jeremiah 29: 11
God bless you and me ^_^
Terima Kasih dan salam kenal, Claudia Audiana
Anak jakarta yang pengen banget punya bisnis sendiri
*kalau ada masukkan atau kerjasama monggo contact saya :) *
Rabu, 09 Desember 2015
Kenapa nama lo 'DINA' sih? | Lah.. mana gue tau! (jawab gue dalam hati)
Itu pertanyaan yang sering gue denger bahkan yang selalu gue denger dari temen-temen gue setelah mereka liat nama lengkap gue di buku absen sekolah.
Yup! kalian tau dong apa nama lengkap gue? kalo lupa bisa lihat di URL di atas sebelum .blogspot.com ada tulisan di depannya, nah, itulah nama gue.
haha..gue tau kalian semua pasti beneran liat ke URL di atas kan? :P
Nama lengkap gue itu Claudia Audiana. Kenapa Claudia Audiana itu nama gue?
Jadi begini...
Nyokap Bokap gue itu suka banget sama yang nama nya Bulu Tangkis atau Badminton. Tau dong? yang ada Susi Susanti, Alan Budikusuma, dan kawan-kawannya.
Nyokap gue bilang dulu itu ada pemain bulu tangkis yang namanya Mia Audina. Menurut Wikipedia, Mia Audina adalah Pemain Tim Piala Uber termuda sepanjang sejarah bulutangkis. Pada tahun 1994, tahun saat dimana gue lahir ke dunia ini, Mia Audina adalah pemain penentu yang ditunjuk di final Piala Uber 1994. Dia di juluki sebagai "Si Anak Ajaib" dan "Si Anak SMA penentu Piala Uber". Kebayang dong saat itu gimana hebohnya duniapersilatan, perbulutangkisan maksud gue. ^_^
Maka dari itu, Nyokap Bokap gue memberikan nama Audiana di belakang nama gue.
Kenapa Audiana bukan Audina ? Gue gak yakin sih sama jawabannya, tapi kata nyokap biar gak persis-persis amat, biar gak di kira nyontek makanya di tambahin 'a' di tengah-tengah jadinya Audiana deh. HAHA!
Nah, kalau Claudia nya?
Itu dia yang baru mau gue jawab. Gue pernah nanya nyokap bokap gue nama Claudia apa artinya dan dari mana. Tapi mereka jawabnya :
Kalo lupa gimana wajah cewek di iklan sabun itu google aja ya. hihi.
Tuh kan jadi lupa. Gue kan mau jawab kenapa nama gue DINA ya bukan DIANA (nama panggilan maksudnya).
Percaya gak percaya, dulu saat umur gue 0 - 5 tahun kalo gak salah. Gue di panggil diana. Jadi saudara-saudara sepupu gue yang seumuran gue dan suka main ke rumah gue (dulu) tau nya panggilan gue itu DIANA. Tapi... karena satu dan banyak hal #halah! Bukan! Tapi... karena ada sepupu gue, cowok, dia itu suka banget godain gue. Jadi setiap dia main ke rumah gue, dia selalu nyanyi buat gue dan kalian tau nyanyi apa?
Tebak!
Tebak dong!
TEBAK!
Yupp! betul.. Lagunya Koes Plus - Diana! Gilaaaakkk!! Jadul banget kan hahah.. Pas gue masih kecil tuh lagu gak jadul sih, masih nge-trend. Sekarang aja udah jadul.
Lo belum pernah denger lagunya? Klik di sini 'Koes Plus - Diana' dan reff nya itu begini :
Tuh! lo bayangin aja setiap lo makan di rumah makan, di warung tenda, bahkan saat ada pengamen ke rumah lo nanyinya beginian.
Ya mau gak mau kan gue pasti nengok! orang nama gue di panggil.
Apalagi kalo di rumah. Gue pasti langsung keluar, gue kira ada temen gue yang manggil gue ngajak main. Eh, tau tau nya pengamen.
#sakitnyatuhdisini! makanya nyokap suka kesel kalo ada pengamen pintu rumah udah di tutup, eh, tiba-tiba gue buka dan keluar. Mau gak mau kan harus ngasih uang receh kalo gak bilang 'maafkan saja mas'. hahaha.. gue heran kenapa tuh pengamen yang nyanyi, kita cuman buka pintu terus kita yang harus minta maaf ya ???
Ya, jadi begitulah alasan kenapa nama gue dari DIANA berubah menjadi DINA dan setelah gue bilang ke nyokap kalo gue maunya di panggil DINA aja. Sejak saat itu setiap ada saudara gue ke rumah, nyokap selalu bilang ke mereka :
Dan sampai saat inilah mereka memanggil gue DINA. Aseekk!
Yuk, coba kalian pikir-pikir lagi apa arti nama kalian dan kenapa kalian punya nama itu ?
Share ke gue ya.. Boleh di comment or email ke gue langsung juga boleh hehe..Kali aja kan kita punya cerita yang sama atau cerita lo lebih kocak dan konyol dari gue..
Terima Kasih dan salam kenal, Claudia Audiana Anak jakarta yang pengen banget punya bisnis sendiri *kalau ada masukkan atau kerjasama monggo contact saya :) *
Yup! kalian tau dong apa nama lengkap gue? kalo lupa bisa lihat di URL di atas sebelum .blogspot.com ada tulisan di depannya, nah, itulah nama gue.
haha..gue tau kalian semua pasti beneran liat ke URL di atas kan? :P
Nama lengkap gue itu Claudia Audiana. Kenapa Claudia Audiana itu nama gue?
Jadi begini...
Nyokap Bokap gue itu suka banget sama yang nama nya Bulu Tangkis atau Badminton. Tau dong? yang ada Susi Susanti, Alan Budikusuma, dan kawan-kawannya.
Nyokap gue bilang dulu itu ada pemain bulu tangkis yang namanya Mia Audina. Menurut Wikipedia, Mia Audina adalah Pemain Tim Piala Uber termuda sepanjang sejarah bulutangkis. Pada tahun 1994, tahun saat dimana gue lahir ke dunia ini, Mia Audina adalah pemain penentu yang ditunjuk di final Piala Uber 1994. Dia di juluki sebagai "Si Anak Ajaib" dan "Si Anak SMA penentu Piala Uber". Kebayang dong saat itu gimana hebohnya dunia
Maka dari itu, Nyokap Bokap gue memberikan nama Audiana di belakang nama gue.
Kenapa Audiana bukan Audina ? Gue gak yakin sih sama jawabannya, tapi kata nyokap biar gak persis-persis amat, biar gak di kira nyontek makanya di tambahin 'a' di tengah-tengah jadinya Audiana deh. HAHA!
Nah, kalau Claudia nya?
Itu dia yang baru mau gue jawab. Gue pernah nanya nyokap bokap gue nama Claudia apa artinya dan dari mana. Tapi mereka jawabnya :
Lupa, Nduk!huhu.. sedih kan T_T , terus adek gue nambahin lagi katanya dari nama sabun. Masih inget kan dulu ada sabun yang namanya Claudia, yang gambarnya cewek cantik itu hehe.. Mungkin ortu gue pengen anaknya secantik cewek yang ada di iklan sabun itu. Mungkin ya..
Kalo lupa gimana wajah cewek di iklan sabun itu google aja ya. hihi.
Tuh kan jadi lupa. Gue kan mau jawab kenapa nama gue DINA ya bukan DIANA (nama panggilan maksudnya).
Percaya gak percaya, dulu saat umur gue 0 - 5 tahun kalo gak salah. Gue di panggil diana. Jadi saudara-saudara sepupu gue yang seumuran gue dan suka main ke rumah gue (dulu) tau nya panggilan gue itu DIANA. Tapi... karena satu dan banyak hal #halah! Bukan! Tapi... karena ada sepupu gue, cowok, dia itu suka banget godain gue. Jadi setiap dia main ke rumah gue, dia selalu nyanyi buat gue dan kalian tau nyanyi apa?
Tebak!
Tebak dong!
TEBAK!
Yupp! betul.. Lagunya Koes Plus - Diana! Gilaaaakkk!! Jadul banget kan hahah.. Pas gue masih kecil tuh lagu gak jadul sih, masih nge-trend. Sekarang aja udah jadul.
Lo belum pernah denger lagunya? Klik di sini 'Koes Plus - Diana' dan reff nya itu begini :
Diana, Diana kekasihku Bilang pada orang tuamu Cincin permata yang jeli ituTanda kasih sayang untukmuGak jelak sih lyric nya. Cuman yang bikin gue malu itu adalah : INI LAGU SERING BANGET DI NYANYIIN SAMA PENGAMEN.
Tuh! lo bayangin aja setiap lo makan di rumah makan, di warung tenda, bahkan saat ada pengamen ke rumah lo nanyinya beginian.
Ya mau gak mau kan gue pasti nengok! orang nama gue di panggil.
Apalagi kalo di rumah. Gue pasti langsung keluar, gue kira ada temen gue yang manggil gue ngajak main. Eh, tau tau nya pengamen.
#sakitnyatuhdisini! makanya nyokap suka kesel kalo ada pengamen pintu rumah udah di tutup, eh, tiba-tiba gue buka dan keluar. Mau gak mau kan harus ngasih uang receh kalo gak bilang 'maafkan saja mas'. hahaha.. gue heran kenapa tuh pengamen yang nyanyi, kita cuman buka pintu terus kita yang harus minta maaf ya ???
Ya, jadi begitulah alasan kenapa nama gue dari DIANA berubah menjadi DINA dan setelah gue bilang ke nyokap kalo gue maunya di panggil DINA aja. Sejak saat itu setiap ada saudara gue ke rumah, nyokap selalu bilang ke mereka :
"Panggil dia Dina aja. Anaknya gak mau di panggil Diana."
Dan sampai saat inilah mereka memanggil gue DINA. Aseekk!
Yuk, coba kalian pikir-pikir lagi apa arti nama kalian dan kenapa kalian punya nama itu ?
Share ke gue ya.. Boleh di comment or email ke gue langsung juga boleh hehe..Kali aja kan kita punya cerita yang sama atau cerita lo lebih kocak dan konyol dari gue..
Terima Kasih dan salam kenal, Claudia Audiana Anak jakarta yang pengen banget punya bisnis sendiri *kalau ada masukkan atau kerjasama monggo contact saya :) *
Rabu, 02 Desember 2015
Kelebihan Berbisnis Online / Bisnis Lewat Internet
SHARING SAJA.. ^_^
Ketika di ajak bisnis online / bisnis melalui internet, banyak orang yang menjawab:
*saya gaptek
*saya tidak pandai bicara / promote
*saya tidak ada waktu
*saya tidak punya banyak teman
* saya tidak punya bantuan/support dari orang terdekat dan masih banyak lagi.
Sedangkan jika orang bertanya kepada saya kenapa saya berbisnis online, saya akan menjawab karena :
1. bisnisnya tidak memerlukan biaya / modal awal yang besar
2. Bisnisnya 24 jam, jadi transaksi bisa terjadi kapan saja dan dimana saja dan oleh siapa saja bahkan orang yang tidak kita kenal sekalipun.
3. Bisnis online memiliki resiko yang bisa di bilang rendah.
4. Saya jadi punya kebebasan waktu bekerja. tidak harus selalu 9 pagi - 5 sore.
5. Saya bisa menjalankan bisnis saya dimana saja, dari rumah, sekolah, kantor, kampus, dll
6. Tidak perlu sewa tempat/kedai/toko uangnya bisa dipakai untuk hal yang lain
7. Tidak perlu ijin berbisnis yang ribet. sebagian besar bisnis online yang saya jalankan sudah mempunyai Lisen/Sertifikat yang jelas dan sesuai hukum
8. Bisa menjalankan berbagai jenis usaha di online tidak hanya 1 produk saja tapi bisa ribuan bahkan jutaan produk/bisnis.
9. Memungkinkan saya untuk bertemu / berkenalan dengan banyak pebisnis atau pengusaha lainnya. Seperti pepatah bilang jika kamu ingin sukses, belajarlah langsung dari mereka yang sudah sukses.
10.Berpeluang untuk mempunyai bisnis global karena Internet tidak hanya di Indonesia saja tapi sudah hampir seluruh dunia ada internet.
11. Peluang mendapatkan income pasif (income yang bisa saya dapatkan meskipun saya sedang jalan-jalan hehe)
Kita semua tau, semua bisnis / usaha pasti ada kelebihan dan kekurangan atau resiko nya. Tapi jika kita bisa mempunyai usaha dengan resiko yang kecil sekali bahkan tidak ada resiko sama sekali kenapa harus pusing memulai bisnis yang besar dan beresiko ?
Jika Anda ingin belajar berbisnis online / menjual produk rumahan Anda secara ONLINE . Anda juga bisa dan PASTI BISA asal mau belajar, mencoba dan mempraktekkan apa yang sudah Anda pelajari.
Saya bersama beberapa teman membuka kelas BELAJAR MENDAPATKAN INCOME DASYAT DARI INTERNET.
Kelas nya ONLINE sekali lagi bukan tatap muka. Kelas ini ONLINE dan gratis karena kita ingin membantu Anda semua dan para UKM untuk bisa semakin memperluas cakupan penjualan Anda secara global.
Karena kelasnya GRATIS jadi kelas ini hanya kita buka untuk 40 orang saja yang benar-benar ingin belajar BISNIS ONLINE.
Dan sekarang ini tersisah 10 tempat saja.
Silakan inbox saya jika berminat dan nanti akan saya invite ke group nya.
Terima kasih
#Bantu500Pengusaha
#InternetJadiOmset
#BigPlan4Indonesia
Terima Kasih dan salam kenal, Claudia Audiana Anak jakarta yang pengen banget punya bisnis sendiri *kalau ada masukkan atau kerjasama monggo contact saya :) *
Langganan:
Postingan (Atom)