Selasa, 17 Januari 2017

I miss U

I always cry when I remember my family. 

I miss them so much.

Hidup sendirian di negara orang, jauh dr keluarga rasanya berat banget. 
Selalu berusaha untuk kuat, gak pengen buat mereka khawatir. Selalu terlihat bahagia, gak mau buat mereka sedih. 

Berat. Capek. Letih. Seorang diri. 
Aku tau, aku berusaha untuk mereka. Oleh karna itu aku harus kuat. 

Semua gak terasa kalau sedang bekerja. Sedang sibuk, banyak kegiatan. 
Tapi di saat sendiri, sepi, hening. 
Air mata mulai mengalir. 
Dada terasa sesak. 

Rindu. Kangen. Kesepian.

Ku selalu berusaha kuat. 
Ku yakin ini pasti akan segera berakhir. 
Kita akan berkumpul lagi. 
Aku akan pulang. 

Aku pasti kuat. 
Aku harus bisa. 

Kadang tangisan ini lah yg menguatkan ku. 
Selalu berdoa kepada Tuhan. 
Ini akan segera berakhir. 
Gak ada yg sia-sia jika km lakukan untuk mereka yg kamu sayangi. 

Menangislah bila itu di perlukan. 
Teriak lah jika kamu menginginkannya. 

Kadang tak banyak yg di butuhkan. 
Hanya teman bicara dan sebuah pelukkan. 
Itu cukup membuat lega. 

Rabu, 11 Januari 2017

Apakah saya bisa sukses kalau selamanya jadi dropshipper?

Dear dropshipper, Apakah saya bisa sukses jika selamanya saya menjadi dropshipper?

Loh... kenapa mindsetnya kalo dropshipper itu miskin? Jualannya murahan? Maenannya gampang dan ecek - ecek dan ga susah kayak yang lain?

Mengapa berpikir seperti itu padahal diluar sana tidak banyak orang yang bisa berprofesi menjadi seorang pengusaha dropship !

Beruntunglah Anda dengan menjadi dropshipper, belajar dengan teman - teman lain.

Membeli produk untuk mengasah potensi diri dan juga mendapatkan penghasilan semua PERLU FOKUS agar bisa sukses dari dropship

Semua yang baik / buruk itu berawal dari pikiran..

kalau pikirannya udah butek...

coba piknik dulu supaya bisa melihat dunia lebih jelas.

Sudah jelas dari data - data digital kalau perusahaan sukses saat ini adalah yang bisa menguasai internet.^_^

Di era sekarang kita bisa dapat penghasilan meski tak memiliki banyak karyawan. Bukan lagi keren - kerenan harus punya banyak karyawan.

Buat apa kalau tidak butuh? Harus punya kantor megah dulu beli ruko dulu, lah kalau bisa dari rumah & koloran kenapa engga? Itu kantor kan bisa nyusul:)

Nah ini kesempatan buat kita untuk bisa sukses.

Memang ini pilihan mau terus - terusan bilang gaptek atau melawan gaptek dan terhindar dari kepunahan Jauhi gengsi ! Lebih baik kita kehilangan masa muda daripada masa depan

PS : Mau belajar dropship agar bisa sukses & punya banyak reseller juga?

Ikuti Pre Order buku Dropship Mastery di http://bit.ly/dropshipmasterybuku

Rabu, 04 Januari 2017

Lo tau kenapa? kasi tau gue , plizzzzz!

Januari. Bulan yang selalu bikin gue senang karena ini adalah bulan pertama dalam setiap tahunnya.
Bulan baru, Tahun baru, cerita baru, pengalaman baru semua terasa baru.
Senang karena Tuhan masih kasih kesempatan gue untuk melewati tahun lalu dan melanjutkan cerita dan mimpi gue di tahun ini.
Senang karena gue selalu punya target dan mimpi baru di setiap tahunnya.
Tapi entah kenapa bulan pertama di tahun ini terasa berat banget buat gue.
Gue merasa gue jadi lebih lemah (baca: melow), jadi lebih cepet baper dikit-dikit nangis, dikit-dikit sedih.
Pertama gue pikir apa karena gue baru balik dari Indonesia ke Taiwan Desember lalu jadinya masih kangen dan kebawa suasana rumah makanya di sini jadi baperan.
Gak tau kenapa bulan ini terasa berat banget buat gue. Bukan karena kerjaan gue yg semakin berat. Gue enjoy dengan kerjaan gue karena itu sesuai dengan passion gue.
Bukan juga karena gue sendirian di sini. Banyak adek2 kelas gue, orang gereja gue dan temen2 gue yang ada di sini. Jadi gue gak 100% sendirian.
Tapi gak tau kenapa sekarang gue jadi lebih emotional. Bukan jadi suka marah2, cuman jadi lebih suka nangis.
Liat video di FB bisa nangis, nonton film bisa nangis, baca cerita bisa nangis.
Sampai yang terparah minggu ini gue pulang dari kantor, sampe rumah terus gue langsung nangis kejer banget.
Gue aja sampe bingung, takut, gak tau kenapa sama diri gue.
Gue sampe nanya sama diri gue sendiri. '
Lo kenapa?
Kenapa nangis?
Dan gue gak bisa jawab. Gue cuman bisa nangis aja.
Apa gue kecapekan ? Apa gue kesepian ? Atau apa gue kangen rumah?
Gue gak tau! dan sampe sekarang saat gue nulis blog ini gue juga gak tau kenapa.
Gue udah hampir 5 tahun di Taiwan. Memang sih setiap tahun pasti ada masa dimana gue jadi melow banget. Gampang nangis, gampang terharu. Baper deh pokoknya.
Cuman tahun ini gue gak nyangka aja bakal secepat ini.
4 tahun lalu setiap gue baper gue tau kenapa alesannya. Itu karena gue kangen banget sama orang rumah gue.
Cuman sekarang gue gak tau kenapa. Gue setiap hari chatting sama keluarga gue karena kita emang ada group keluarga. Nyokap juga kadang tlp via line, cici gue juga.
Malah sekarang gue lebih sering contact sama mereka daripada dulu.
Makanya itu gue gak tau gue kenapa.
Capek lho rasanya lo sedih, nangis tapi gak tau kenapa. Di luar saat gue sama orang lain, gue ngerasa happy. Tapi kalo gue udah sendiri pasti ada aja yang bikin gue nangis. Kayaknya tuh ada yang ganjel di perasaan gue. Tapi gak tau apaan.
Gue mikir apa ini penyakit anak rantau kali ya. Atau gue kecapekan mungkin.
Yang pasti bukan karena pacar atau apa. Karna gue gak lagi mikirin untuk punya pacar atau pengen punya pacar dalam waktu dekat ini. Jadi pasti bukan masalah itu.

Ya, kalo lo yg lagi baca blog gue ini tau kenapa alesannya atau lo juga pernah ngerasain hal yang sama kaya gini. Please kasi tau gue.

#CL


Terima Kasih dan salam kenal, Claudia Audiana Anak jakarta yang pengen banget punya bisnis sendiri *kalau ada masukkan atau kerjasama monggo contact saya :) *

Senin, 17 Oktober 2016

Rasa dan Kebodohan

Pertengkaran adalah awal dari pertemuan kita.
Kita selalu bertemu di saat yang tidak tepat. Sindiran, ejekan, kesal dan marah itulah awal pertemuan kita.
Entah kenapa kekesalan itu berakhir dengan sebuah rasa.
Rasa yang awalnya aku pun tak tau bagaimana cara mengungkapkannya.
Berawal dari kebencian, terbiasa, dekat dan akhirnya aku mulai menyayangi mu.
Menyayangi dirimu yang membuat ku menjadi bodoh.
Tak ku sesali kebodohan yang pernah ku alami, Aku senang melewati setiap hari-hari bodohku denganmu.
Bersama mu kurasakan sesuatu yang berbeda di diriku. Aku tidak tau bagaimana mengungkapkannya.
Kau membuatku bahagia, tertawa, merasa senang meski dalam kebodohan.
Aku tak pandai merangkai kata-kata.
Aku tak pandai dalam menunjukkan perbuatan kasih.
Aku tak percaya pada diriku saat ku bersama mu.
.
Kadang ku sadari kalau aku sedang berada dalam kebodohan. Tapi diriku lebih memilih iklas untuk menjalankannya meski dalam kebodohan.
Waktu, tenaga, pikiran bahkan air mata aku korbankan hanya untuk sebuah kebodohan.
Memikirkan kamu yang sebenarnya tak pernah memikirkanku.
Mempertahankan mu yang tak sedikit pun berusaha untuk mempertahankan ku.
Menghabiskan waktu ku untuk bisa bersama mu dimana pada akhirnya aku tau waktu mu bukan untuk ku.
Bahkan ku teteskan air mata untuk mu yang bahkan tidak tau, kenapa aku bisa melakukan itu untukmu.

Ucapan mu itu palsu.
Janji mu penuh dusta.
Apa yang kau lakukan terhadapku selama ini hanyalah sebuah cara untuk mu membuang waktu.
Membuang waktu mu yang tak berharga dan menyia-yiakan waktu ku yang sangat berharga.

Ku tau kau tak pernah salah.
Kau selalu ada alasan untuk semua yang kau lakukan.
Itu tidak salah dan aku sudah tau apa jawabanmu untuk semua pertanyaan di otakku saat ini.
"semua gak seperti yang kamu pikirkan. Kenyataan tidak semudah yang kamu harapkan. Terserah kamu mau percaya aku atau tidak."

kalimat itu.
seakan-akan menjadi sebuah mantra yang merema di dalam otak ku.
sudah berapa kali aku tertipu oleh mantra itu dan bodohnya aku terus tertipu.
sampai...
mati sudah rasa ini untukmu.
hilang semua harapan, mimpi dan rasa sayang ku untuk mu.

Ingin aku menghilangkan semuanya secepat kau merubahnya.
harapan, mimpi dan rasa sayang mungkin cepat menghilang.
Ya, ku coba untuk iklas.
Tapi... rasa sakit yang dalam di dalam diriku tak bisa hilang. Bahkan ku tak bisa mengungkapkan bagaimana rasa sakit itu.

Kecewa. Sakit. Rasa itu terulang lagi.
rasa yang di mana kamu pernah berjanji tidak akan memberikannya kepada ku.
Tapi rasa itu justru datang dari mu. ironis.

Mungkin ku bisa memaafkanmu. Ya suatu hari nanti.
Tapi aku tak bisa membuat sikap ku selanjutnya sama seperti sebelumnya kepadamu.

rasa itu...
rasa yang ku harap kau akan merasakannya .. mungkin tidak saat ini.. tapi nanti..


*CL*

Sabtu, 16 Juli 2016

Kadang suka cengeng! T.T

Gue Claudi. Kalo lo kenal gue pasti kalian akan bilang kalo gue orangnya lucu, kocak, selalu ketawa.
Yup memang bener. Gue suka ngelucu, suka ketawa karena gue seneng liat orang-orang di sekitar gue ketawa. Ketawa itu adalah cara paling simple dan sederhana untuk berkomunikasi.

Tapi sebenernya gue orangnya cengeng juga.
Gue gak bisa lihat orang lain nangis, gue pasti nangis.
Gue gak bisa lihat iklan atau film yang sedih atau mengharukan, gue pasti akan nangis.
Apalagi kalau iklan atau film itu bercerita tentang keluarga atau kemanusiaan. Entah kenapa gue bisa langsung nangis se-nangis-nangis nya.
Kalau tentang keluarga mungkin karena gue tinggal jauh dari keluarga gue dan gue sayang banget sama keluarga gue (Papa, Mama, Ci Prieska, Alain dan Erik). Jadi mungkin itu alasan kenapa gue bisa langsung nangis atau tersentuh kalau ngeliat film tentang keluarga.
Gue tau gue homesick. Gue orangnya gak bisa kalo di tempat yang sepi, rasanya aneh, sendirian, gak ada temen, alone, gak enak deh pokoknya.
Persis kaya saat ini, saat gue nulis blog ini sekarang karena gue di kamar sendiri, temen2 kamar gue sedang jalan-jalan dan gak pulang. Gue gak sengaja lihat video di FB. Padahal videonya biasa aja, tentang perempuan Indonesia yang nikah dengan pria Korea dan anak2nya itu mengucapkan minta maaf dan terima kasih ke perempuan itu sebagai Ibu nya.
Ini iklannya https://www.facebook.com/hiburan.id/videos/1615488598742271/
Bukannya promosi ya.
Gue ngeliatnya bisa langsung nangis kejer. Gue sendiri gak tau gue kenapa. Trus sekarang gue ngerasa kesepian, padahal temen2 gue baru pergi 2 jam yang lalu. Sumpah gue sendiri gak ngerti sama diri gue.
Gue mau ngobrol tapi gak tau sama siapa.
Biasa gue cerita sama cici gue, tapi kalo tiba2 gue chat dia, gue juga gak tau mau gimana ngomong ngejelasinnya.
Itulah kenapa gue tulis di blog ini.
Sekarang udah agak mendingan sih, setidaknya gak sesedih sebelum gue nulis haha..
Capek lho nahan sedih dan nangis. Kalo kalian pernah kaya gini pasti tau rasanya gimana.

Ya gue sempet berpikir lagi, gue pernah baca kalo orang yang keliatannya suka ketawa sebenernya dalamnya sedih dan para komedian atau pelawak itu sebenernya adalah orang yang paling butuh di hibur. Ya bener sih cuman gue gak separah itu juga. Gue ketawa emang karna gue orangnya lucu haha.. bukan narsis ya cuman kata orang2 sekitar gue, mereka denger gue ngomong aja bisa ketawa. Katanya! Kata mereka yang suka dan temenan sama gue, kalo yang gak suka sama gue sih bilangnya kadang omongan gue atau bercandaan gue suka nyakitin orang. Tapi abis mereka ngomong itu, gue jadi koreksi diri juga sih. Lebih memperhatikan bercandaan gue, jangan sampai menyakiti perasaan orang lain.
Balik lagi ke yang tadi, gue emang seneng ketawa, hidup selalu gue bawa santai cuman ya bener, kadang gue kesepian. Rasanya kalo sehari gak ngomong tuh aneh buat gue, sehari gak ketemu temen cerita, cerita apa aja yang penting gue ngomong, rasanya bete dan gue bisa jadi kesel sendiri.

Gue kadang mikir juga, apa segitu sedihnya gue ya? segitu kesepiannya kah?
atau gue cuman kangen orang rumah, kangen rame nya rumah gue.
gue juga gak tau sih dan gue masih cari tau sampe sekarang. Kalau kalian pernah punya pengalaman kaya gue gini dan udah nemu apa alasan atau apa obatnya, boleh dong share sama gue.
Gue akan dengan senang hati mendengarkan hehe..

Terima Kasih dan salam kenal, Claudia Audiana Anak jakarta yang pengen banget punya bisnis sendiri *kalau ada masukkan atau kerjasama monggo contact saya :) *